Faktor Regional
Pengaruh regional terhadap langgengnya konflik di Afghanistan adalah intervensi dua negara tetangga Afghanistan, yaitu Iran dan Pakistan yang membawa misi dan kepentingan mereka masing-masing ke negara ini. Selain dari sisi politis dan ekonomi, kedua negara ini juga memaksakan keyakinannya dimana Iran memasukan ajaran syiahnya yang kuat dan Pakistan dengan sunninya yang kuat.
Kedua negara ini menjaga agar Afghanistan tetap dalam kondisi konflik karena Afghanistan berada di posisi yang strategis. Iran menganggap Afghanistan akan menjadi pangkalan Amerika untuk menyerang Iran, bila Afghanistan dalam keadaan damai. Sementara Pakistan yang memiliki konflik panjang soal Kashmir dengan India, Pakistan melihat akan sangat mudah bagi India untuk menyerang Pakistan melalui Afghanistan, bila Afghanistan dalam keadaan damai. Karena itulah, kedua negara ini membuat Afghanistan selalu dalam keadaan tidak damai. Karena damainya Afghanistan akan berakibat fatal bagi kedua negara ini.
Afghanistan juga penting bagi kedua negara ini karena Afghanistan memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan sampai hari ini belum dieksplorasi. Iran sangat menikmati air dari Afganistan dengan gratis. Afghanistan tidak sempat memberikan harga untuk air yang dinikmati Iran karena Afghanistan masih sangat sibuk mengurus perang yang terus berlangsung.
Ada 2 dam yang sebenarnya harus dibangun dan India bersedia membiayai pembangunan dam tersebut. Tetapi pemerintah Iran memberi peringatan kepada India agar tidak membangun dam tersebut, karena pembangunan dam tersebut akan mengakibatkan salah satu kota terbesar di Iran akan hancur irigasi dan pasokan airnya.
Kebijakan Inggris memecah wilayah Afghanistan dan Pakistan sangat berdampak besar bagi langgengnya konflik di negeri ini. Inggris membelah wilayah suku Pasthun menjadi dua, sebagian Pasthun masuk ke wilayah Afghanistan dan sebagian lainnya masuk ke Pakistan. Pasthun adalah satu suku dan apa yang dirasakan oleh Pasthun di belahan Pakistan akan dirasakan oleh Pasthun di Afghanistan. Karena itu gerakan perlawanan Taliban yang terjadi di Pakistan juga merupakan panggilan jiwa bagi Pasthun di Afghanistan. Adalah tradisi Pasthun untuk saling membantu sesama suku dan melindungi siapapun yang masuk dalam wilayahnya.
Masyarakat Pasthun memiliki 3 nilai hidup, yaitu sangat murka bila dikhianati, akan memberikan maaf jika pihak yang bersalah meminta maaf dengan setulus hati dan tidak mengulangi lagi dan melindungi siapapun yang masuk ke wilayahnya, sekalipun mereka harus mengorbankan nyawa mereka. Nilai hidup inilah yang tidak dipahami oleh pemerintah asing yang ada di Afghanistan tersebut, seperti Amerika.
Ketika Amerika meminta agar masyarakat Pasthun melepaskan anggota Al-Qaida kepada tentara US, masyarakat Pasthun menolak karena menjaga dan melindungi tamu adalah harga diri dan nilai yang tidak bisa diubah oleh siapapun, sekalipun mereka harus membayarnya dengan nyawa. Karena itu, banyak para jihadis internasional yang akan dengan senang hati lari ke masyarakat Pasthun, karena jaminan keamanan pasti akan diberikan oleh masyarkat Pasthun bagi siapapun yang masuk ke wilayahnya.
Karena kantung-kantung Pasthun umumnya berada di wilayah selatan dan Timur dan sebagian wilayah tengah Afghanistan, maka konstelasi konflik dan perang yang dahsyat hanya terjadi di wilayah-wilayah tersebut. Utara yang banyak didiami oleh suku Tajik seperti tidak peduli dengan apa yang terjadi di wilayah selatan. Begitupun di wilayah tengah Afghan yang banyak didiami oleh suku Hazara. Mereka menjalani kehidupan sehari-harinya seperti biasa. Seolah tidak peduli kalau di bagian selatan Afghanistan setiap saat nyawa penduduk Afghan di sana bisa hilang dalam hitungan detik sekalipun.
Menurut orang-orang Pasthun, sebenarnya ada konspirasi untuk mengalahkan dan menghancurkan orang-orang Pasthun, karena Pasthun di wilayah Afghanistan dan Pakistan adalah satu. Perang sangat identik dengan suku Pasthun, karena di mana ada suku Pasthun, di situ pasti ada perang. Banyak suku lain yang bosan melihat peperangan ini dan mereka tahu Pasthunlah penyebab perang di negeri ini sehingga tak pernah usai.
Selagi mentalitas suku Pasthun belum berubah dan mudah dibayar oleh siapapun, maka perang di negeri ini tak akan bisa selesai. Karena itulah masyarakat Pasthun melihat ada konspirasi untuk menghancurkan suku ini dan karena itu mereka siaga bersatu mempertahankan keutuhan suku ini.
Perang dingin antara Iran dan Amerika di tanah Afghanistan adalah faktor internasional yang membuat konflik tersebut tetap langgeng. Iran sangat berkepentingan agar Afghanistan tidak pernah damai, karena bila Afghanistan damai, maka Amerika yang sudah bercokol lama dinegari ini akan menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang Iran. Begitupun dengan Pakistan dan India, mereka bertempur di tanah Afghanistan.
Kelompok yang menamakan dirinya Taliban menyerang kedutaan India di Kabul dua kali dalam tahun 2010 saja dan selalu mengancam akan menyerang dan membunuh orang India yang ada di Afghanistan dimanapun mereka berada, tidak peduli apakah orang itu hanya masyarakat biasa. Karena itu, masyarakat India yang ada di Afghanistan tidak bisa hidup tenang dan sering berpindah-pindah tempat demi alasan keamanan.
Banyak masyarakat Afghanistan yang melihat bahwa Taliban itu adalah kelompok yang diciptakan untuk maksud tertentu. Ada konspirasi dibalik lahirnya Taliban. Orang-orang Afghanistan yang tinggal di Middle East atau Arab, mereka ingin membangun pemerintahan yang ideal karena pemerintah sekarang dianggap korup. Beberapa orang dari mereka ingin menerapkan ide itu di Afghanistan, karena mereka tahu bahwa orang Afghanistan mayoritas adalah Pasthun dan miskin dan masih banyaknya tuan tanah. Dan Pakistan ada dibelakang orang-orang ini, karena Pakistan selalu menggunakan orang-orang ini sebagai alat untuk membuat stabilitas keamanan di Afghanistan terganggu. Dengan mempertahankan kelompok islam ekstrimis, ini merupakan ancaman yang bagus bagi pemerintah Afghanistan dan juga pemerintah India.
Sebenarnya ada banyak orang di Taliban yang tidak terlibat dalam gagasan ini, mereka hanya berpikir mereka orang baik yang taat pada perintah agama, mereka orang-orang yang tidak mengerti apa-apa, namun bersedia berjihad demi agama. Pihak internasional juga memberikan andil bagi lahirnya Taliban karena mereka membom tempat-tempat tanpa mengindahkan penduduk sekitar dan banyak penduduk yang tak berdosa yang menjadi korban. Tindakan semena-mena tentara internasional ini memicu kemarahan masyarakat Afghanistan dan pada akhirnya membuat keluarga korban menjadi marah dan kemudian bergabung dengan kelompok militan ini untuk melakukan balas dendam kepada tentara internasional tersebut. Dan kelompok ini sangat dipelihara oleh Pakistan agar pada saat dibutuhkan nanti, mereka akan dikirim ke Afghanistan untuk melakukan jihad. Kadang Taliban itu tidak murni para jihadis yang beraliran ideologis kuat. Banyak masyarakat Afghanistan melihat perang melawan Taliban ini hanya sebuah drama, karena untuk kasus di Baghlan, salah satu propinsi di Afghanistan, Taliban di daerah itu dikirim dari daerah lain. Malam hari mereka dibawa dengan menggunakan helikopter dan menurut mereka hanya Amerika yang memiliki helikopter tersebut. Sebelumnya Taliban tidak ada di Baghlan dan kemudian tiba-tiba di esok harinya Taliban sudah ada disana. Kadang Taliban digunakan karena mereka butuh justifikasi. Keberadaan mereka di Afghanistan atau di propinsi-propinsi di Afghanistan adalah untuk menumpas Taliban, kalau tidak ada Taliban, mereka tidak punya alasan untuk berada di situ. Salah satu alasan lain adalah kompetisi antar negara, misal Inggris menginginkan Jerman pindah dari satu tempat yang ingin ditempati Inggris, tapi Jerman tidak mau pindah, maka dikirimlah Taliban ke wilayah itu untuk menyerang tentara Jerman dan akhirnya Jermanpun pindah karena diserang Taliban dan banyak pasukannya yang mati.
Memang tidak mudah memecahkan konflik di Afghanistan karena terlalu banyak pemain dalam langgengnya konflik di Afghanistan. Walaupun kedua belah pihak sudah merasa lelah, namun atas nama kepentingan bisa saja konflik ini terus dipelihara. Akan sulit juga bagi masyarakat Afghanistan untuk membiarkan tentara internasional pergi saat ini karena mereka masih belum siap untuk mengambil alih kendali keamanan.
Namun Pemerintah Afghanistan sudah membuat target, pada tahun 2014 mereka sudah bisa keluar dari Afghanistan dan tentara Afghanistan akan dikerahkan untuk mengambil alih dan menjaga keamanan negeri ini. Untuk saat ini mereka sedang disiapkan dengan menjalani latihan gabungan dan latihan-latihan khusus di kamp-kamp ISAF diseluruh pelosok negeri.
Sekalipun banyak yang pesimis, namun banyak pula orang Afghanistan yang optimis kalau perang bisa berakhir. Karena semua orang sudah letih dan sekarang mereka sudah di titik puncak dari konflik tersebut dan perlahan namun pasti tensi konflik ini akan menurun. Taliban juga manusia yang juga bisa lelah, dan banyak dari mereka yang mati, hidup berpindah-pindah karena tidak aman dan mereka tidak bahagia karena mereka harus hidup seperti ini.
Amerika juga sudah bingung karena banyak juga tentaranya yang mati dalam peperangan ini dan strategi yang dimainkan tidak menyurutkan semangat para Taliban, sekalipun peralatan mereka jauh lebih sederhana dari pasukan ISAF. Akankah damai bisa menghiasi langit Afghanistan dan membuat wajah masyarakat Afghanistan tersenyum ? hanya waktu yang bisa menjawabnya.